
Jika bahagia sama dengan tidak berpikir apa-apa, aku lebih baik tidak bahagia saja -Voltaire
Selamat datang di Reading Biograph. Blog ini adalah ruang imajinasi tanpa ilusi, tempat berpikir agar saya senantiasa bahagia.
Di sini tempat saya menulis tentang orang-orang yang berkarya, yang saya jadikan cermin untuk hidup, yang namanya tidak sampai dilupakan sejarah. Sebagian besar kisah mereka saya peroleh dari buku-buku biografi, yang ditulis sendiri oleh dirinya ataupun tidak. Di dalamnya saya selalu menemukan setiap jenis kehidupan manusia dan berbagai perjuangannya yang sangat menarik. Sejarah jadi terasa lebih sentimental di sana, dan ternyata sejarah yang demikian memang lebih saya sukai dibandingkan dengan sejarah yang ditulis oleh negara di buku-buku sekolah. Waktu di bangku sekolah, saya sering berpikir bahwa sejarah adalah hafalan dari berbagai istilah. Kini semuanya saya tinggalkan. Biografi membuat sejarah menjadi lebih ekspresif dan membuka berbagai kemungkinan saya untuk berimajinasi.
Demikianlah, jika ada yang baik-baik, maka saya hanyalah orang yang beruntung. Adapun kebiasaan saya adalah lebih sering lupa dan salah. Jika ada yang berkenan, bisa saran ke bayubiru10@gmail.com.
Salam.
Keindahan jazz memang butuh momentum agar manusia tak melulu mengebu-ngebu dalam hasrat dan keinginan.more
Bagai seekor banteng tertutup matanya, pembajakan album fisik dan pengunduhan ilegal musik Indonesia seolah tak terhentikan menyeruduk industri musik tanah air hingga sekaratmore
Di Klaten, hama tikus telah lama menjadi momok bagi para petani. Dalam setiap masa tanam ataupun panen, tikus kerap berkembang biak mengganggu sawah-sawah mereka.more
Sudah bertahun-tahun penduduk desa Wolanharjo mengenal rumah joglo itu.more
In this video project, we'll try to capture DIY as a critical of mass consumption that would be alternative form of urban life circumstances.more
Syukur kepada Tuhan yang memperkenankan saya bertemu dengan Abah Alwi Shahab, penulis tentang sejarah Jakarta yang pertama kali saya kenal lewat Harian Republika. more
Ki Encus Royo sedang duduk bersila di atas bangku jati berukir. Kantung matanya nyaris berwarna ungu, mencuat membentuk bulan setengah.more
Tahun baru akan menjelang. Kiamat tak jadi datang. Di antara awan hitam Desember, masing-masing kita mulai berharap tentang masa depan yang terang.more