Archive for A Day In The Life
Malam itu Eci duduk termenung. Di ruang tunggu berpendingin udara, perasaannya kalut. Kalau saja dia perokok, pasti asbak di meja yang penuh botol bir itu sudah berisi puntung-puntung miliknya.
Read MoreKeindahan jazz memang butuh momentum agar manusia tak melulu mengebu-ngebu dalam hasrat dan keinginan.
Read MoreBagai seekor banteng tertutup matanya, pembajakan album fisik dan pengunduhan ilegal musik Indonesia seolah tak terhentikan menyeruduk industri musik tanah air hingga sekarat
Read MoreDi Klaten, hama tikus telah lama menjadi momok bagi para petani. Dalam setiap masa tanam ataupun panen, tikus kerap berkembang biak mengganggu sawah-sawah mereka.
Read MoreSudah bertahun-tahun penduduk desa Wolanharjo mengenal rumah joglo itu.
Read MoreSyukur kepada Tuhan yang memperkenankan saya bertemu dengan Abah Alwi Shahab, penulis tentang sejarah Jakarta yang pertama kali saya kenal lewat Harian Republika.
Read MoreKi Encus Royo sedang duduk bersila di atas bangku jati berukir. Kantung matanya nyaris berwarna ungu, mencuat membentuk bulan setengah.
Read MoreTahun baru akan menjelang. Kiamat tak jadi datang. Di antara awan hitam Desember, masing-masing kita mulai berharap tentang masa depan yang terang.
Read MoreKetika usiaku masih delapan tahun, Mama selalu menyanyikan lagu itu sebagai pengantar tidur.
Read MorePemberantasan korupsi itu memerlukan kerja yang imajinatif. Kalau saya jadi Ketua KPK, saya lebih tertarik meneruskan kasus korupsi yang belum selesai sambil mengembangkan kreativitas sesuai Rencana Stratejik dan Roadmap yang menjadi dasar pemberantasan korupsi.
Read More



